Detail Berita
Tujuh Langkah Strategis Pemprov Sulsel Tangani Covid-19
Pemprov Sulsel menempuh sejumlah langkah
strategis dalam menangani Covid-19. Harapannya, penyebaran bisa segera
dihentikan.
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengatakan, sejak
awal telah dilakukan upaya medis terhadap mereka yang diduga terpapar Covid-19.
Juga dilakukan contact tracing.
Sehingga, kata dia, sangat wajar dari hari ke hari
terjadi peningkatan jumlah ODP, PDP, dan positif Covid-19
"Setelah ditracing, jika ditemukan yang
bersangkutan suspect, maka langsung dilakukan penanganan cepat agar tidak
menulari yang lainnya," ujar mantan bupati Bantaeng dua periode itu.
Pihaknya melakukan identifikasi epicentrum penyebaran
penyakit. Mulanya, untuk Makassar ditemukan di dua kecamatan yakni Panakkukang
dan Rappacini. Lalu kemudian terus menyebar dikarenakan masyarakat tidak
disiplin sehingga mereka tertular dan melebar.
Makanya, Pemkot Makassar diminta memberlakukan
Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
"Tapi saya ingin sampaikan kepada kita semua.
Kita harus lebih hati-hati memberlakukan (PSBB) di Sulawesi Selatan, karena
tidak semua wilayah itu sama. Dari semua 24 kabupaten-kota, epicentrum
penyebaran (virus corona) kan itu hanya di Makassar, Gowa, dan Maros,"
katanya.
Dia menegaskan, saat ini Gugus Tugas Covid-19 sedang
melakukan pemetaan wilayah yang menjadi pusat penularan virus corona.
"PSBB ini kita akan kaji betul. Tidak akan
mungkin kita menyamakan dengan daerah lain. Kalau kita di Sulawesi Selatan
memang harus memetakan dan setiap wilayah tidak mungkin sama," tegasnya.
Nurdin Abdullah meminta wali kota Makassar lebih
agresif dan lebih ketat dalam melakukan isolasi wilayah tertentu. Khususnya
yang menjadi sumber epicentrum penyebaran.
Langkah lainnya, ungkap Nurdin Abdullah, telah
disiapkan kuburan khusus bagi korban Covid-19 sehingga tidak ada lagi
penolakan. Lalu, akan diberikan kebijakan terhadap usaha-usaha yang harus
terhenti berupa keringanan pajak hotel.
"Terus kebijakan kita sudah menegaskan agar
belajar dari rumah dan bekerja dari rumah. Sehingga efeknya banyak pekerja
informal atau non formal menganggur. Kompensasinya, sedang dipikirkan untuk
mengatur jaring pengaman sosial bagi mereka terdampak pandemi Covid-19,"
terangnya.
Makanya, pihaknya terus mendorong menggerakkan hati
masyarakat untuk memberikan donasi. Tidak hanya mengandalkan APBD.
Hasilnya, banyak bantuan yang masuk. Khususnya bantuan
kebutuhan pangan, kebutuhan fasilitas kesehatan seperti masker dan Alat
Pelindung Diri (APD) untuk membantu rumah sakit yang menjadi pusat rujukan
Covid-19.
Rumah sakit pusat rujukan tersebut ditetapkan empat,
dengan menentukan klasifikasi pelayanan kesehatan. Sehingga dipastikan, rumah
sakit lain tidak dibolehkan menerima pasien Covid-19.
Rumah sakit tersebut yakni RS Sayang Rakyat dan RS
Khusus Dadi melayani pasien yang telah positif dengan gejala ringan.
Sementara, Rumah Sakit Wahidin dan Rumah Sakit Unhas
khusus menangani pasien Covid dengan penyakit bawaan.
Untuk screening ditetapkan RS Khusus Dadi melayani
pasien dari bagian selatan. Lalu, Rumah Sakit Unhas untuk pasien rujukan dari
bagian utara.
"Kenapa ditetapkan screening awal di RS Dadi dan
Unhas, supaya nanti akan mudah mendistribusikan pasien ketika sudah dinyatakan
positif," jelasnya.
Sementara itu, untuk fasilitas kesehatan dipastikan
seluruh rumah sakit sudah memiliki peralatan lengkap. Termasuk tenaga medis
sudah terlatih dan disiapkan fasilitas penginapan khusus di hotel.
"Tenaga medis sengaja ditempatkan di hotel agar
mereka tidak pulang ke rumah dan bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
Inilah coba dilakukan pola paling sederhana memutus penyebaran,"
ungkapnya.
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menegaskan agar
masyarakat jangan menganggap enteng penyakit Covid-19, karena penyakit ini
sangat berbahaya dan mematikan.
Untuk itu, pihaknya tak henti mengimbau masyarakat
senantiasa mengikuti segala panduan dari World Health Organization (WHO)
menghindari tindakan yang bisa memicu penyebaran penyakit tersebut.
Termasuk, menaati imbauan pemerintah setempat.
Semisal, imbauan agar menerapkan physical distancing dan social
distancing.
"Imbauan ini penting sekali, kalau betul-betul
komitmen dan disiplin itu curvanya akan menurun angka pasien positif.
Sebaliknya, pasien sembuh akan terus meningkat," terangnya.
Tapi kalau tidak disiplin, dan dianggap enteng ini
maka bulan Mei diperkirakan akan banyak korban. Makanya seluruh masyarakat,
untuk lebih menjaga keluarga dan mencintai keluarganya.
"Kalau sudah kontak dengan pasien Covid-19, cepat
lakukan isolasi mandiri. Jangan sebaliknya berdiam, tidak memberitahukan orang
sekitar. Covid-19 bukan aib. Ini virus jadi harus dilawan bersama dengan
menjaga jarak dan menekan penyebarannya," paparnya.
Nurdin mengakui, memang Makassar menjadi pusat
penyebaran terbesar, lalu menyusul Gowa dan Maros. Lalu meluas ke Sidrap dipicu
warganya yang pulang umrah. Namun, patut disyukuri dari ke hari sudah banyak
yang sembuh karena penanganan sudah sangat baik.
"Ketika satu kali tertular dan tidak ada
pemberitahuan ke orang sekitar dipastikan penularannya akan berkali-kali lipat.
Bisa cepat penularannya. Untuk itu semua masyarakat harus mematuhi imbauan dengan
menjaga jarak, disiplin pakai masker, dan ketika merasa berkontak dengan yang
positif, maka segera laporkan," tegasnya.
Pada kesempatan itu, Nurdin meminta agar seluruh
masyarakat senantiasa menjaga kesehatan, memperkuat imun tubuh dengan
mengonsumsi makanan bergizi dan vitamin. Termasuk berolahraga untuk mencegah
Covid-19.
"Jangan kita panik. Pokoknya nikmati saja.
Jalani. Selama tidak ada penyakit bawaan, imunitas tubuh pasti kuat
melawan," katanya.
Tujuh langkah yang ditempuh Pemprov Sulsel lawan Covid-19:
1. Mengawal dan memfasilitasi pemulangan sekitar 8.000
orang peserta Ijtima Dunia Zona Asia di Kabupaten Gowa.
2. Penunjukan 9 rumah sakit sebagai rumah sakit
rujukan pasien virus corona di Sulawesi Selatan, yaitu RSUP dr. Wahidin
Sudirohusodo, RSUD Sayang Rakyat, RSKD Dadi, Rumah Sakit Pelamonia, RSUD Andi
Makkasau, RSUD Sinjai, dan RSUD Lakipadada;
3. Memperketat pintu masuk manusia ke Sulawesi Selatan
dan memasifkan sosialisasi pencegahan virus corona;
4. Pembentukan Posko dan Media Center Gugus Tugas
Percepatan Penanganan Covid-19 Sulawesi Selatan yg diketuai langsung Gubernur
Sulawesi Selatan;
5. Pendistribusian satu kontainer alat kesehatan yang
terdiri dari 200.000 masker dan 2.500 APD lengkap untuk tenaga medis yang
bertugas merawat pasien virus corona;
6. Melakukan rasionalisasi dan refocusing anggaran
khususnya pada anggran non prioritas tahun 2020 dan dialokasikan untuk
penanganan virus corona dan dampaknya;
7. Terkait dengan kebijakan PSBB, Nurdin Abdullah
mengatakan bahwa sebelum hal tersebut muncul, Pemerintah Provinsi Sulawesi
Selatan telah melakukan sebagian bentuk pembatasan untuk pencegahan virus
corona, antara lain meliburkan sekolah, bekerja dari rumah, physical
distancing, dan social distancing.
Recent Post
Di Depan 2 Ribu Saudagar, Gube...
27 Maret 2026
Tak Ada Izin di Pemprov Sulsel...
25 Februari 2026
Rp500 Miliar Investasi Singapu...
06 Februari 2026
Lampaui Target RPJMD, Investas...
05 Februari 2026
Gubernur Sulsel, Andi Sudirman...
10 Januari 2026
Asrul Sani Menerima Penghargaa...
26 November 2025
FGD Implementasi PP 28 tahun 2...
12 November 2025
Butuh Bantuan?
Memiliki pertanyaan mengenai terkait detail Perizinan di Sulawesi Selatan ?
Hubungi Kami