Home / Profil Kabupaten dan Kota

Profil Kabupaten Soppeng

Profil Kabupaten Soppeng

GEOGRAFI DAN IKLIM

Soppeng merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan dengan ibukota Watansoppeng yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bone disebelah selatan dan timur, Kabupaten Barru disebelah barat, Kabupaten Sidrap di sebelah utara serta Kabupaten Wajo disebelah utara dan timur.

Secara geografis, wilayah Kabupaten Soppeng berada pada 4o6’00” - 4o32’00” Lintang Selatan dan 119o47’18” - 120o06’13” Bujur Timur dengan luas wilayah sekitar 1.500 km2 dengan ketinggian antara 5 – 1.500 meter dari permukaan laut. Kabupaten Soppeng tidak memiliki daerah pesisir, sekitar 77% dari total desa/kelurahan bertopografi datar.

PEMERINTAHAN

Kabupaten Soppeng dibagi atas 8 Kecamatan yakni Kecamatan Marioriwawo, Lalabata, Liliriaja, Ganra, Citta, Lilirilau, Donri-Donri serta Marioriawa dengan kecamatan terluas adalah Kecamatan Marioriawa dengan luas sebesar 320 km2 atau sekitar 21,3% dari total luas wilayah Kabupaten. Sementara jumlah desa yang tercatat sebanyak 70 desa/kelurahan dan 168 dusun.

KEPENDUDUKAN

Jumlah penduduk Kabupaten Soppeng sampai dengan tahun 2015 sebanyak 226.116 jiwa yang terdiri atas 106.391 jiwa laki-laki dan119.752 jiwa perempuan dengan tingkat pertumbuhan penduduk sebesar 0,18 dibanding tahun sebelumnya. Tingkat kepadatan penduduk Kabupaten Soppeng masih berada pada angka wajar, tercatat sebanyak 151 penduduk menghuni setiap km2 wilayah Soppeng dengan nilai sex ratio sebesar 89% pada tahun 2015.

Komposisi penduduk Soppeng didominasi oleh penduduk usia muda. Presentasi penduduk usia kerja di Kabupaten Soppeng tahun 2015 sebesar 65,61%, angka ketergantungan (dependency ration) sebesar 52 yang berarti untuk seitan 100 orang penduduk berusia kerja (dianggap produktif) menanggung sebanyak 52 orang yang belum produktif dan tidak produktif lagi.

KETENAGAKERJAAN

Dari total penduduk usia kerja (15 tahun keatas) lebih dari setengah penduduk Soppeng termasuk dalam angkatan kerja. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mengalami penurunan dari 57,59 pada tahun 2014 menjadi 56,29 persen pada tahun 2015. Pasar tenaga kerja Soppeng tergambar dari persentase penduduk usia kerja yang bekerja, pada tahun 2015 juga mengalami penurunan dari 97,57 pada tahun 2014 menjadi 97,04 persen pada tahun 2015. Dengan penurunan tingkat kesempatan kerja, angka pengangguran terbuka Soppeng tahun 2015 juga mengalami peningkatan sebesar 0,53 persen yakni dari 2,43 persen pada tahun 2014 menjadi 2,96 persen pada tahun 2015.

Untuk informasi lebih lengkap, silahkan download file pada link Download 1 untuk Bahasa Indonesia dan Download 2 untuk Bahasa inggris pada bagian atas.