Profil Kabupaten Bone
Profil Kabupaten Bone
1. Geografi dan Iklim Wilayah
Kabupaten Bone terletak di pesisir timur Provinsi
Sulawesi Selatan, dengan posisi astronomis antara 4°13’–5°06’ LS dan
119°42’–120°40’ BT. Wilayahnya berbatasan dengan Kabupaten Wajo dan Soppeng di
utara, Sinjai dan Gowa di selatan, Maros, Pangkep, dan Barru di barat, serta
Teluk Bone di timur. Luas wilayahnya mencapai 4.559 km²,
menjadikannya kabupaten terluas ketiga di Sulawesi Selatan, terdiri dari 27
kecamatan dan 372 desa/kelurahan. Ketinggian wilayah
bervariasi dari dataran rendah (0–100 mdpl) hingga daerah perbukitan (1.001
mdpl ke atas), dengan topografi didominasi oleh dataran (45,09% pada ketinggian
101–500 mdpl). Iklimnya tropis dengan suhu rata-rata tahunan 26–28°C,
curah hujan tertinggi terjadi pada Desember (1.377,5 mm), dan kelembapan
rata-rata berkisar antara 65–86%.
2. Sosial Kependudukan
Jumlah penduduk Kabupaten Bone pada tahun 2024
mencapai 827.372 jiwa, dengan pertumbuhan penduduk sebesar 0,84% per
tahun. Kepadatan penduduk rata-rata adalah 181 jiwa/km², dengan
kecamatan Tanete Riattang Timur memiliki kepadatan tertinggi
(2.237 jiwa/km²). Komposisi penduduk didominasi oleh kelompok usia
produktif (15–64 tahun), dengan rasio jenis kelamin sebesar
95,49 (95 laki-laki per 100 perempuan).
3. Ketenagakerjaan
Dari sisi ketenagakerjaan, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mencapai
64,23%, dengan mayoritas bekerja di sektor informal. Sebanyak 9.503 orang termasuk
pengangguran terbuka, dan pencari kerja terdaftar sebanyak 2.608 orang,
didominasi lulusan SMA/SMK. Pendidikan: Terdapat 678 SD, 128 SMP, 37 SMA, dan
20 SMK di bawah Kemdikbudristek, serta madrasah di bawah Kemenag.
Kesehatan: Terdapat 6 rumah sakit, 38 puskesmas, dan
fasilitas kesehatan lainnya. Beberapa indikator kesehatan masih perlu
perhatian, seperti kasus bayi berat lahir rendah (BBLR) dan cakupan
kunjungan ibu hamil (K4). Agama: Mayoritas penduduk beragama Islam (99,6%),
dengan 1.504 masjid dan 301 mushola tersebar
di seluruh wilayah.
4. Ekonomi Makro
Perekonomian Kabupaten Bone ditopang oleh sektor
pertanian, perikanan, peternakan, dan perdagangan. Produk Domestik
Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku tahun 2024
mencapai Rp2.640,4 miliar, dengan pertumbuhan ekonomi yang
positif. Sektor utama penyumbang PDRB adalah pertanian, kehutanan, dan
perikanan (sekitar 30%), diikuti oleh perdagangan,
reparasi mobil & sepeda motor, serta konstruksi. Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2024 sebesar Rp274,8 miliar,
didominasi oleh pajak daerah dan retribusi. Belanja daerah mencapai Rp2.597,2
miliar, dengan porsi terbesar dialokasikan untuk belanja operasi (72,4%). Kemiskinan: Jumlah penduduk miskin pada 2024 sebanyak 73,03 ribu
jiwa (8,83?ri total penduduk), dengan garis kemiskinan sebesar Rp423.727/kapita/bulan. Infrastruktur pendukung ekonomi seperti listrik, air bersih, jalan, dan
telekomunikasi terus dikembangkan, dengan ketersediaan sinyal internet sudah
menjangkau sebagian besar desa.
Kabupaten Bone terletak di pesisir timur Provinsi Sulawesi Selatan, dengan posisi astronomis antara 4°13’–5°06’ LS dan 119°42’–120°40’ BT. Wilayahnya berbatasan dengan Kabupaten Wajo dan Soppeng di utara, Sinjai dan Gowa di selatan, Maros, Pangkep, dan Barru di barat, serta Teluk Bone di timur. Luas wilayahnya mencapai 4.559 km², menjadikannya kabupaten terluas ketiga di Sulawesi Selatan, terdiri dari 27 kecamatan dan 372 desa/kelurahan. Ketinggian wilayah bervariasi dari dataran rendah (0–100 mdpl) hingga daerah perbukitan (1.001 mdpl ke atas), dengan topografi didominasi oleh dataran (45,09% pada ketinggian 101–500 mdpl). Iklimnya tropis dengan suhu rata-rata tahunan 26–28°C, curah hujan tertinggi terjadi pada Desember (1.377,5 mm), dan kelembapan rata-rata berkisar antara 65–86%.
Jumlah penduduk Kabupaten Bone pada tahun 2024 mencapai 827.372 jiwa, dengan pertumbuhan penduduk sebesar 0,84% per tahun. Kepadatan penduduk rata-rata adalah 181 jiwa/km², dengan kecamatan Tanete Riattang Timur memiliki kepadatan tertinggi (2.237 jiwa/km²). Komposisi penduduk didominasi oleh kelompok usia produktif (15–64 tahun), dengan rasio jenis kelamin sebesar 95,49 (95 laki-laki per 100 perempuan).
Dari sisi ketenagakerjaan, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mencapai 64,23%, dengan mayoritas bekerja di sektor informal. Sebanyak 9.503 orang termasuk pengangguran terbuka, dan pencari kerja terdaftar sebanyak 2.608 orang, didominasi lulusan SMA/SMK. Pendidikan: Terdapat 678 SD, 128 SMP, 37 SMA, dan 20 SMK di bawah Kemdikbudristek, serta madrasah di bawah Kemenag.
Kesehatan: Terdapat 6 rumah sakit, 38 puskesmas, dan fasilitas kesehatan lainnya. Beberapa indikator kesehatan masih perlu perhatian, seperti kasus bayi berat lahir rendah (BBLR) dan cakupan kunjungan ibu hamil (K4). Agama: Mayoritas penduduk beragama Islam (99,6%), dengan 1.504 masjid dan 301 mushola tersebar di seluruh wilayah.
Perekonomian Kabupaten Bone ditopang oleh sektor pertanian, perikanan, peternakan, dan perdagangan. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku tahun 2024 mencapai Rp2.640,4 miliar, dengan pertumbuhan ekonomi yang positif. Sektor utama penyumbang PDRB adalah pertanian, kehutanan, dan perikanan (sekitar 30%), diikuti oleh perdagangan, reparasi mobil & sepeda motor, serta konstruksi. Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2024 sebesar Rp274,8 miliar, didominasi oleh pajak daerah dan retribusi. Belanja daerah mencapai Rp2.597,2 miliar, dengan porsi terbesar dialokasikan untuk belanja operasi (72,4%). Kemiskinan: Jumlah penduduk miskin pada 2024 sebanyak 73,03 ribu jiwa (8,83?ri total penduduk), dengan garis kemiskinan sebesar Rp423.727/kapita/bulan. Infrastruktur pendukung ekonomi seperti listrik, air bersih, jalan, dan telekomunikasi terus dikembangkan, dengan ketersediaan sinyal internet sudah menjangkau sebagian besar desa.
Website
Official Website
01Documents
Butuh Bantuan?
Memiliki pertanyaan mengenai terkait detail Investasi di Kabupaten Bantaeng ?
Hubungi Kami