Home / Profil Kabupaten dan Kota

Profil Kabupaten Bantaeng

Profil Kabupaten Bantaeng

GEOGRAFI

Secara geografis Kabupaten Bantaeng terletak 5021’13” - 5035’26” LS dan 119051’42” - 120005’27” BT, berjarak 120 km ke arah selatan dari Kota Makassar (Ibukota Provinsi Sulawesi Selatan). Letak Kabupaten berbatasan di utara dengan Kabupaten Gowa dan Bulukumba, di timur dengan Bulukumba, selatan dengan Laut Flores, dan barat berbatasan dengan Kabupaten Jeneponto.

Ketinggian antara 100-500 m dari permukaan laut merupakan wilayah yang terluas atau 29,6% dari luas wilayah seluruhnya, dan terkecil adalah wilayah dengan ketinggian 0 – 25 m atau hanya 10,3% dari luas wilayah. Luas wilayah admisitratif Kabupaten Bantaeng sekitar 398,70km2 terdiri dari 82% adalah lahan kering dan sisanya adalah lahan sawah. Keadaan jenis tanah yang cocok untuk lahan perkebunan dan lahan tanaman pangan.

 

KEADAAN IKLIM

Berdasarkan hasil pemantauan 10 hari perubahan di tahun 2017 terjadi hujan dengan rata-rata curah hujan 21mm, sebagian besar di wilayah Kab. Bantaeng merupakan desa bukan pesisir yaitu sebanyak 46 desa, hanya 16 desa yang terletak di daerah pesisir.

 

PENDUDUK

Jumlah penduduk periode 5 tahun terakhir memperlihatkan adanya kecenderungan peningkatan dengan laju pertumbuhan rata-rata sebesar 0,78%. Jumlah penduduk pada tahun 2018 sebanyak 186.612 jiwa.

 

KETENAGAKERJAAN

Tingkat partisipasi Angkatan kerja penduduk Bantaeng Tahun 2017 sebesar 77,70 persen dari total penduduk usia kerja (penduduk 15 tahun ke atas) yang berjumlah 134.367 jiwa. TPAK tahun 2017 mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya, peningkatan ini seiring dengan naiknya persentase orang yang bekerja di sektor industri dan perdagangan serta sektor pertanian. Persentase penduduk yang bekerja di sektor pertanian meningkat di tahun 2017, menyebabkan penduduk yang bekerja di sektor pertanian masih mendominasi yaitu sebesar 52,59 persen, diikuti sektor industri dan perdagangan 19,11 persen dan sektor jasa dan lainnya sebesar 28,31 persen.

 

ZONA KAWASAN INVESTASI KABUPATEN BANTAENG

Zona I meliputi Penataan Kota, Pelabuhan, Gudang, RS. Modern, Revitalisasi, Budidaya Rumput Laut, Industri dan Kawasan Marina.

Wilayah pantai dan pesisir Bantaeng, langkah yang dilakukan adalah dengan melakukan penataan kota, pembangunan pelabuhan, menyiapkan gudang, tersedia Rumah Sakit Modern dan Sport Centre serta kawasan sarana prasarana umum yang ada. Daerah ini dipersiapkan menjadi salah satu simpul logistic yang kuat dan terpadu sehingga mampu memnghemat biaya distribusi sekaligus memberikan nilai tambahn yang tinggi pada masyarakat. Selanjutnya membangun industri berbasis pertanian dan perikanan, budidaya rumput laut, merintis industri skala rumah tangga, membangun objek wisata pantai yang sudah tersedia diantaranya pengembangan pantai seruni, pantai marina dan pantai lamalaka yang saat ini menjadi ikon wisata pesisir Kabupaten Bantaeng.

Zona II meliputi Sektor Pertanian komoditi Jagung dan Padi.

Daerah terendah, daerah ini dikembangkan menjadi sentra pertanian, tanaman pangan dengan tiga komoditas unggulan padi, jagung, dan kapuk. Daerah Bantaeng ini cocok untuk budi daya pertanian tanaman panga, apalagi setelah dibangun cekdam sebagai antisipasi banjir di musim hujan serta cadangan irigasi ke daerah pertanian terdekat di Bantaeng.

Zona III meliputi Hutan, Pertanian dataran tinggi dan Agrowisata

Daerah pegunungan atau dataran tinggi, kawasan ini difungsikan sebagai daerah konservasi air dan perlindungan lingkungan. Oleh karena itu, daerah dataran tinggi dikembangkan menjadi hutan desa seperti yang ada di Kecamatan Tompobulu serta Agrowisata di Kecamatan Uluere. Objek wisata agro di kabupaten Bantaeng menjadi salah satu wisata unggulan, sekalligus bagian dari upaya pelestarian lingkungan dan hutan daerah ini, sehingga objek wisata di Kabupaten Bantaeng tergolong cukup lengkap, baik di dataran tinggi berhawa sejuk sampai daerah pesisir pantai.

Pola pembangunan yang dikembangkan di Kabupaten Bantaeng sudah menggunakan pendekatan integralistik, berkelanjutan sekaligus melestarikan lingkungan dan alam.

Untuk informasi selengkapnya, silahkan download file pada link Download 1 untuk Bahasa Indonesia dan Download 2 untuk Bahasa Inggris.