Detail Berita
Investor Lirik Kawasan Industri Di Sulsel, Wika Realty Siapkan Rp. 1 T
Sulawesi Selatan terus menjadi magnet investasi. Kali ini, anak perusahaan BUMN konstruksi PT Wijaya Karya.Tbk (WIKA), Wika Realty mengincar pembangunan kawasan industry di sulsel.
Tahap awal, Wika Realty menyiapkan investasi lebih dari Rp. 1 triliun. Diektur Utama Wika Realty, mengatakan pihaknya akan mengembangkan kawasan industry seluas 81 hektare. Kawasan industry tersebut akan berlokasi dikelurahan parangloe, Tamalanrea. Tahap awal akan dikembangkan separuhnya dahulu lokasinya tak jauh dari kawasan tol karena pengembangan kawasan industry ini disebutnya butuh mitra strategis. Sebab dana investasi yang dibutuhkan juga cukup besar.
Investasi awal diperkiran lebih dari Rp. 1 triliun, itu untuk investasi tanah saja. Kami sedang menjajaki kerjasama dengan calon mitra local dan luar negeri. Salah satu calon mitra disebutnya berasal dari negeri tirai bamboo, Tiongkok. Tetapi pembicaraan belum final, masih proses legal Duel Diligence (LDD). Tetapi kesepakatannya ditargetkan bias selesai tahun ini. Rencananya kawasan industry tersebut akan ditata modern dan terpadu. Seperti ada kompleks pergudangan, kawasan komersial, hunian dan juga dilengkapi danau. Sehingga suasananya tetap asri, jauh berbeda dengan konsep kawasan industry yang sudah ada di Makassar saat ini.
Ini akan menanmbah proyek kami di Makassar. Sebelumnya sudah groundbreaking proyek apartemen tamansari Skylounge didekat akses masuk bandara Internasional Sultan hasanuddin. Posisi Makassar sebagai hubungan Kawasan Timur Indonesia disebutnya jadi daya tarik. Pertumbuhan ekonomidi Makassar cukup tinggi. Dan perkembangan industrinya juga pesat. Masih perlu investasi yang cukup besar sehingga dari sisi return memang sangat menjanjikan. Selain Wika Realty, PT Kima juga berekspansi menambah kawasan industrinya. Namun lokasinya berada di Maros. Dengan menyiapkanlahan hingga 100 hektare. Dirut Kima mengatakan Kawasan Industri ini sudah masuki tahapan pembebasan lahan. Tahap awal target bebas 20 hektare. Ini akan menjadi kawasan industry berbasis manufaktur.
Recent Post
Di Depan 2 Ribu Saudagar, Gube...
27 Maret 2026
Tak Ada Izin di Pemprov Sulsel...
25 Februari 2026
Rp500 Miliar Investasi Singapu...
06 Februari 2026
Lampaui Target RPJMD, Investas...
05 Februari 2026
Gubernur Sulsel, Andi Sudirman...
10 Januari 2026
Asrul Sani Menerima Penghargaa...
26 November 2025
FGD Implementasi PP 28 tahun 2...
12 November 2025
Butuh Bantuan?
Memiliki pertanyaan mengenai terkait detail Perizinan di Sulawesi Selatan ?
Hubungi Kami