Detail Berita
Produksi Kakao di Sulsel Menurun Sejak 2010, Ini Kendalanya
Ketua Asosiasi Kakao Indonesia (Askindo) Sulawesi Selatan (Sulsel) Yusa Rasyid Ali mengatakan, produksi kakao menurun sejak tahun 2010 lalu.
Menurutnya, hal tersebut disebabkan beberapa hal, mulai dari kondisi tanaman yang sudah tua, serta gangguan hama.
"Dari segi pemasaran, ekspor dan tidak ada masalah justru permintaan meningkat namun produksi yang menurun, apalagi 90 persen merupakan perkebunan rakyat alias petani namun saat ini produksi mereka dari setiap daerah berkurang," katanya pada Tribun Timur di sela-sela buka bersama yang digelar Askindo Sulsel di The Rinra, Selasa (29/5/2018).
Hal tersebut bisa diantisipasi jika pemerintah serta dinas terkait turut bersinergi untuk meningkatkan produksi kakao di seluruh daerah di Sulsel ini.
"Meski saat ini telah ada teknologi yang mendukung pembudidayaan Kakao namun, belum maksimal sehingga dibutuhkan yang lebih lagi. Selain itu peningkatan produksi bisa terwujud jika semua pihak terkait bisa bekerja sama," ujar Yusa.
Askindo Sulsel selama ini gencar menggelar sosialisasi, khususnya pada member-member yang tergabung di Constraint Satisfaction Problem (CSP) Askindo untuk meningkatkan produksinya.
"Harapannya kami dari Askindo Sulsel, kakao menjadi primadona di Sulsel, jangan sampai ke depannya semakin sirna. Penyuluhan dengan para petani akan selalu kami lakukan demi bangkitnya produksi kakao di Sulsel ini," tuturnya.
Produksi kakao tahun 2017 di Sulsel capai 65 persen, sementara di semester satu ini menurun menjadi 60 persen.
Recent Post
Asrul Sani Menerima Penghargaa...
26 November 2025
FGD Implementasi PP 28 tahun 2...
12 November 2025
HADIRI EVALUASI SAKIP, KEPALA ...
23 Oktober 2025
Rapat SPAM Mamminasata...
22 Oktober 2025
Asrul Sani Memberikan Sambutan...
21 Oktober 2025
Gubernur Andi Sudirman Sulaima...
21 Oktober 2025
Asrul Sani mengikuti Rapat Ent...
15 Oktober 2025
Butuh Bantuan?
Memiliki pertanyaan mengenai terkait detail Perizinan di Sulawesi Selatan ?
Hubungi Kami